Batik Cap

images (8)

Terdapat beberapa macam batik dengan cara pembuatannya yang beragam namun pada kenyataanya terdapat dua cara pembatikkan yang digemari yaitu Batik Tulis dan Batik Cap. Batik tulis sendiri digemari karena adanya suatu nilai dibalik pembuatannya sedangkan batik cap digemari karena cara pembuatannya lebih mudah dengan motif yang dapat dikatakan hampir sama dengan batik tulis. Tetapi karena prosesnya tersebut maka harga batik model ini di pasaran cenderung lebih murah ketimbang batik tulis. Terlepas dari itu semua ada baiknya bila dapat memahami sedikit mengenai batik cap itu sendiri.
Batik cap adalah karya batik yang gambar/motifnya dihasilkan oleh cap/penera/klise menggunakan malam. Batik cap menyangkut cetak-mencetak/cap-capan maka harus diperhitungkan sambungan sisi-sisnya. Dalam istilah batik disebut sanggit. Batik cap dibuat dengan menggunakan klise/penera. Penera ini dibuat dari lempengan-lempengan tembaga yang dibuat sedemikian rupa sehingga membentuk motif tertentu. Umumnya berukuran 20cmx20cm atau 24cmx24cm atau menurut bentuk motifnya.
Beberapa macam klise/penera dalam membuat batik cap diantaranya:

    1. Penera Sanggit Tumpuk

Klise ini adalah klise dengan sisi bagian bawah ada sambungan/hubungannya dengan sisi bagian atas. Demikian juga sisi kiri memiliki sambungan/hubungan dengan sisi bagian kanan.

  • Penera Sanggit Natabata

Klise dengan sisi bagian kiri ada sambungannya dengan ½ sisi bagian kanan dan sisi bagian kanan ada sambungannya dengan ½ sisi bagian kiri.

  • Penera Sanggit Kitiran

Klise yang memiliki sisi-sisi yang dapat saling berhubungan atau dapat dikatakan semua sisi bermotif sama.

  • Penera Lepas/Bebas

Klise yang sisi-sisinya tidak ada sambungan/hubungannya sama sekali.

Sehingga dalam pembatikkan cap juga dituntut ketelitian dalam pembuatannya. Apabila satu sisi saja kurang pas dengan sisi yang lain maka karya batik tersebut gagal. Penera dibuat dua buah satu untuk sisi kain bagian atas dan satu lagi untuk sisi bagian bawah. Jadi kalau kedua buah penera ini disatukan aka terbentuk satu keplok. Namun ada juga penera yang dapat digunakan bolak-balik. Penera ini dibuat dua agar pada hasinya nanti optimal tidak ada bagian-bagian yang kabur sehingga diperlukan pengulangan proses pengecapan dengan penera untuk sisi bagian bawah, proses ini disebut nerusi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s